Berbagi Pengalaman

Artikel Asli: http://kasyfulfuadi.wordpress.com/2011/01/01/pengalaman-tes-toefl-ibt/

Banyak teman saya yang bertanya-tanya mengenai tes TOEFL IBT (Internet-Based Test); mulai dari cara mendaftar, perbedaan dengan jenis tes TOEFL yang lain, dan juga tips serta triknya. Oleh karena saya pernah mengikuti tes TOEFL Internasional beserta konsekuensi-tetek-bengeknya maka kiranya saya hendak membagi pengalaman pribadi saya tersebut.

Saya mengambil tes TOEFL versi Internet-Based Test (IBT) pada tanggal 28 Agustus 2010, bertempat di Bandung. Oleh karena TOEFL-IBT adalah layanan jasa dari ETS (Educational Testing Service) yang bermarkas di Amerika Serikat, maka pendaftaran bisa dilakukan via website (www.ets.org/toefl) dan pembayarannya bisa dilakukan via kartu kredit (Kini bisa dengan voucher, ada infonya di komentar sini). Biaya tesnya saat itu 165 USD (berhubung saya telat membayar yakni setelah H-5, maka didenda tambahan 35 USD). Kemudian kita diberikan jatah tujuan pengiriman hasil tes ke universitas/instansi yang dituju sebanyak 4 tempat (gratis). Jadi pastikan saat mendaftar, 4 jatah tersebut digunakan. Sayang kalau hanya 1 tujuan karena sisa jatah lain akan hangus. Hasil tes tersebut berlaku untuk 2 tahun. Ketika mendaftar, isi formulir dengan hati-hati karena kesalahan pada nama tidak akan bisa ditolerir. Saya bermasalah dengan menuliskan nama depan saya pada kolom nama tengah pada formulir, lalu sesaat sebelum tes, panitia lokal menyadari kesalahan tersebut dan membantu memperbaiki dengan memindahkan nama depan saya. Namun nasib tak bisa disapa, panitia sukses  memindahkan nama depan saya tapi juga menambahkan satu huruf sehingga akhirnya salah lagi. Fatalnya, hal ini tidak bisa diperbaiki, bahkan setelah saya telepon kantor ETS di Amerika Serikat, melobi dan mengirimkan fax KTP saya. Katanya, nama saya bisa baru diperbaiki setelah saya ikut tes lagi karena hasil tes sudah dikirim. Untungnya pihak universitas yang dituju bisa memahami hal tersebut. Lain hal dengan teman saya yang harus mengulang tes karena salah nama. Jadi cermatlah ketika mendaftar. Kalau salah ketika mendaftar (belum dibayar) lupakan akun tersebut dan buat yang baru, ini lebih aman. Saat tes, bawalah KTP atau bukti identitas saat mendaftar dan hasil cetak bukti pendaftaran. Datanglah satu jam sebelum waktu tes, agar memiliki cukup waktu untuk daftar ulang, verifikasi identitas dan foto langsung di tempat. Dan memilih tempat duduk yang nyaman mengingat durasi tes 4 jam. Jangan lupa alat tulis.

Tes TOEFL IBT ini berbeda dengan tes TOEFL versi Paper-based Test (PBT) dan juga Institutional Testing Program (ITP) atau sering dikenal TOEFL ‘prediksi’. Perbedaan mendasarnya antara lain pada struktur tesnya. Tes TOEFL IBT tersusun dari 4 sesi: membaca, mendengar, berbicara, dan menulis; sedangkan tes TOEFL PBT tersusun dari 4 sesi: mendengar, struktur, membaca, dan menulis (ITP tanpa menulis). Sesi listening TOEFL IBT bisa dikatakan cukup panjang karena materi yang diperdengarkan berupa suatu paparan kuliah, diskusi, atau percakapan yang detail (dari awal sampai akhir); berdurasi 7-10 menit. Oleh karena itu terdapat cukup waktu untuk mencatat pokok pembicaraan, memahami konteks, dan mencerna intisari dari topik tersebut. Berbeda dengan TOEFL PBT dan ITP yang memberikan sesi listening dengan percakapan singkat dan sedikit lebih panjang. Lengah sedikit, bisa kacau balau akibatnya. Bagi saya, sesi listening IBT sangat manusiawi dan menguntungkan karena saya serasa sedang berada di dalam perkuliahan dengan bahasa Inggris dan durasi waktu yang cukup untuk mencerna topik dengan baik. Kekurangannya adalah resiko tertidur akibat durasi yang panjang, setidaknya hal ini benar terjadi pada teman saya.

Lalu pada sesi speaking IBT, peserta akan diberikan beberapa pertanyaan umum (bisa mengenai hobi atau pendapat pribadi). Kemudian kita akan diberikan suatu teks akademik dan pertentangan untuk diminta suatu pendapat/ringkasan. Mungkin setiap orang akan mendapat 6 soal berbeda, namun pada prinsipnya kita diberikan ‘sedikit’ waktu (30-45 detik) untuk merancang jawaban. Bagi saya waktu tersebut sangat sempit, hanya cukup untuk membaca ulang pertanyaan dan memahaminya sekilas lalu menuliskan kata-kata kunci sampai waktu habis, biasanya tidak cukup, dan langsung berbicara dengan semaksimal mungkin sampai waktu yang diberikan juga habis (1-1,5 menit). Sebelum tes saya berlatih setiap hari dengan merekam dan mendengarkan kembali, tapi tetap saja grogi dan terbata-bata ketika tes berlangsung. Yang dinilai pada sesi ini adalah seberapa jelas jawaban kita karena yang ditanya adalah pendapat atau ringkasan. Oleh karena itu jawaban harus tegas, tepat sasaran, dan sistematis, juga disampaikan dengan artikulasi yang fasih dan intonasi yang sesuai. Walaupun sesi speaking ini tergolong sulit tapi  lebih bisa saya nikmati melalui improvisasi ketimbang sesi struktur PBT yang menuntut kejelian mencari kesalahan serta detail pada struktur dan aturan kalimat.

Pada sesi writing IBT, peserta akan diberikan soal berupa artikel akademik dan percakapan, lalu kita dimintai pendapat, perbandingan, dan kesimpulan. Kalau saya tidak salah mengingat, terdapat 3 soal menulis. Waktu yang diberikan terkesan agak panjang, namun karena tulisan yang diminta juga agak banyak, maka waktu akan habis dengan sendirinya; sekalipun sudah mengetik langsung dengan secepatnya. Oleh karena itu, sebaiknya tidak membuang waktu percuma. Lain hal pada PBT, terdapat 1 soal saja, sedangkan ITP tidak ada sesi writing-nya. Pada sesi reading saya kira tidak ada perbedaan yang mencolok selain jumlah yang lebih banyak pada TOEFL IBT.

Hasil tes akan disampaikan melalui situs pada hari ke-14 setelah tes dan hasil resmi dikirim via pos ke rumah kita dan universitas/instansi yang dituju. Waktu pengiriman akan berbeda-beda tergantung lokasi tujuan. Hasil tes saya pun tiba di rumah Jakarta pada awal Oktober (satu bulan lebih sedikit) dan tujuan yakni Korea Selatan pada 12 Oktober (1,5 bulan). Kasus saya adalah hasil tes belum tiba di tujuan ketika tenggat waktu pendaftaran S2 saya sudah habis. Panik bukan kepalang, sudah tesnya sulit, biaya cukup mahal, terancam gagal pula. Saya coba bertanya kepada panitia  lokal disini dan diminta menghubungi langsung pihak ETS di AS karena mereka tidak tahu menahu mengenai pengiriman hasil tes. Maka saya hubungi via telepon agar langsung direspon. Karena Indonesia dan AS berbeda 12 jam dan hanya bisa dihubungi pada jam kerja, maka saya menelpon pada rentang jam 21.00 – 03.00 WIB. Beruntung ternyata hasil tes saya sudah dikirim sehari sebelum pengumuman via website artinya 13 hari setelah tes. Namun mereka tidak bisa melacak sudah sampai mana dan memperkirakan kapan hasil tes akan tiba. Cerita yang saya dengar dari panitia lokal adalah adanya peserta yang mendapat hasil setelah tiga atau empat bulan kemudian oleh karena hasil tes terselip di kantor ETS, itu pun setelah si peserta menagih dengan intensif. Saran saya, sehari atau dua hari setelah hasil via situs dirilis, cobalah menghubungi ETS (nomor telepon ada di situsnya) untuk memastikan pengiriman hasil tesnya. Adapun skor total yang dihasilkan akan berbeda. karena pada TOEFL IBT setiap sesi diberikan nilai maksimum 30, sehingga skor total 120. Sedangkan pada PBT, nilai total 677. Untuk kemudahan konversi nilai IBT ke PBT, bisa melalui tabel pada tautan ini. Sebagai contoh nilai batas skor PBT yang sering digunakan adalah 550 yang setara dengan skor 79-80 skor IBT.

Demikian secara ‘singkat’ pengalaman pribadi dan saran yang bisa saya berikan. Pada prinsipnya saya lebih menyukai tes TOEFL IBT dengan sesi listening yang lebih mudah dipahami dan ketiadaan sesi struktur yang seringkali menjebak. Walaupun sesi speaking cukup mengkhawatirkan, tapi masih bisa improvisasi. Di sisi lain, perhatian yang lebih pada saat mendaftar, tes berlangsung, dan pengiriman hasil perlu disiapkan. Bagi Anda yang ingin mengambil tes TOEFL baik IBT/PBT, saya sarankan coba dulu tes ITP untuk prediksi disertai latihan rutin sendiri di rumah mengingat biaya yang lumayan menguras saku. Dan ambillah jadwal tes jauh-jauh hari sebelum tenggat waktu kebutuhan, cek lewat siniGood luck!

——————————————————————————————————————-

Beberapa referensi pengalaman berharga yang termuat dalam blog/situs di internet, saya coba rangkumkan disini, semoga bisa membantu Anda mempersiapkan diri:

1. Syujun 21 weeks : Pengalaman Tes TOEFL iBT oleh fakhria

2. Pengalaman Mengambil TOEFL IBT oleh aprabaswara

3. Pengalaman TOEFL IBT oleh sketsa-langit

4. Pengalaman test iBT TOEFL oleh fct26

5. TOEFL IBT from Dummies oleh dnial

6. Tentang tes iBT TOEFL – (pengalaman pribadi) oleh alfalive

7. Pengalaman mengikuti Tes TOEFL IBT oleh sekundiary

8. Tips TOEFL iBT oleh aditiarifai

9. Hello, Dear iBT oleh fatriatmokohs

10. Sharing an Experience: TOEFL iBT oleh semangatyanghidup

11. Pengalaman tes TOELF IBT oleh Google 

28 thoughts on “Berbagi Pengalaman

  1. saya pernah coba ikut test toefl ITP dan mengisi nama sesuai petunjuk petugas, ketika menerima hasilnya nama saya tertera sbb contoh Sari Dwi RR padahal nama saya RR Dwi Sari, gimana ya?

    • Hmm… kalau ITP mungkin masih bisa menghubungi pihak penyelenggara untuk membetulkan nama, karena ITP-kan diselenggarakan oleh institusi setempat. Berbeda dengan IBT yang diselenggarakan oleh ETS dari Amerika Serikat.

  2. TOEFL ITP itu lebih mahal dari TOEFL PBT ya? saya mau apply beasiswa LPDP yang deadlinenya tgl 30 april. kalo test toefl, hasilnya bisa keluar hari itu juga apa masih nunggu beberapa hari?

    • TOEFL ITP itu sifatnya Institutional, jadi tergantung institusi penyelenggaranya. Biasanya lebih murah dari TOEFL IBT (internet-based test) yang bersifat internasional, sedangkan PBT (Paper-based test) sudah dihapuskan. Nah, sekarang dikembalikan ke persyaratan pengajuan beasiswa LPDP yang Mbak Cleo ingin ajukan, apakah diperlukan sertifikasi TOEFL institusional (ITP) atau internasional (IBT). ITP biasanya lebih cepat keluar hasilnya, kalau IBT kurang lebih 10 hari baru ada hasil dan report aslinya baru bisa tiba sebulanan kemudian. Semoga bisa membantu. Salam hormat🙂

  3. Mas kalau bedanya CBT sama IBT apa ya? ITP itu produknya ETS kan? hanya ETS yang mengadakan ITP bukan? walaupun institusional tapi bukannya soalnya semuanya dikeluarkan ETS ya? soalnya saya mau tesnya di UI, di EF juga di IPB semuanya soalnya dari ETS loh…

    • Saya belum baca tapi lihat dari tautan yang Mas Fadli berikan sepertinya itu dari ETS langsung yang buat. Dari dua buku lain yang saya baca Baron/Longman itu soal2nya agak menyerupai aslinya, dalam artian bukan sama persis tapi kisi2 dan pola2 soalnya yang sama. Itu ITP yah? Bukan IBT yang saya ikuti. Agak beda soalnya gaya dan tipe soalnya.

  4. Halo Mas Kasyful Fuadi, terimakasih sudah berbagi pengalamannya, sangat bermanfaat!

    Kalau boleh berbagi info, mungkin ada rekan-rekan lain yang berminat: teman-teman bisa berlatih menghadapi TOEFL iBT dengan cara mengikuti tes prediksi / simulasi / try-out TOEFL online di ProfTOEFL.

    Kalau Anda mau dapat tes prediksi TOEFL iBT gratis, beserta skor, identifikasi kelemahan dan saran untuk meningkatkan skormu, bisa lihat disini: http://proftoefl.com/mau-tes-prediksi-tryout-tes-toefl-online-gratis/

    Semoga membantu!

  5. Selamat malam, maaf saya mau tanya apakah skor TOEFL dapat kita lihat secara online? Kalau bisa saya minta alamat websitenya dan bagaimana caranya. terima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s